Posted on Januari 24, 2010 by yosefbotol5
Bintang tak selalu terang dimalam yang kelam.
Jangkrik juga tak selalu ngerik di malam yang sunyi.
Semilir angin pun tak selalu terasa di malam yang dingin.
Suara burung hantu pun tak lagi merdu seperti dulu yang selalu membuat bulu kudu merinding.
Semua serba biasa semua serba hambar…………bagai sayur tanpa garam ehm…kata siapa ya lupa
Semua terbelenggu masuk dalam kotak lalu ditutup rapat-rapat tanpa lampu tanpa udara.
Sampai kapan kamu akan bertahan? nanti ….. besok….. lusa…atau kapan pun kamu juga tidak tau.
Hidup ini cuma sekali dan itu saja hanya sebentar.
“isi adalah kosong dan kosong adalah isi”
Hidup di dunia ini kelihatan indah meriah gemerlap silau atau apalah tapi sebenarnya ” kosong” , pada suatu titik akan hancur dan musnah.
Sedangkan dunia yang sesungguhnya “isi” ada di alam sana, yang kita sendiri belum pernah sedikitpun menginjakkan kaki kita kesana tapi ada dan sudah menunggu kita jika kamu percaya. Semua perlu proses semua perlu perjungan dan hidup di dunia adalah proses perjuangan menuju dunia yang sesungguhnya.
Biarkan saja dunia ini menghina.. mencaci maki… memaksa… mezolimi… menghianati… menginjak injak…meludahi atau apalah namanya, biarkan saja karena tujuan kita bukan disini. Jangan jadikan hidup ini sia-sia konyol tak berguna bersabarlah karena hidup ini hanya sekali dan itu saja sebentar. Bersabarlah karena hidup yang abadi sedang menunggu kita.
DIarsipkan di bawah: diary | Leave a Comment »
Posted on Agustus 24, 2009 by yosefbotol5
Bulan Ramadhan telah tiba.
Bukan sekedar bulan biasa karena di bulan ini banyak makna yang terkandung.
Di bulan ini diwajibkan berpuasa bagi orang yang beriman.
Puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus saja tetapi yang lebih mendasar lagi bagaimana kita bisa menahan hawa nafsu kita. Jika kita tidak benar-benar menjaga dan mengendalikan diri maka hanya lapar dan haus saja yg kita peroleh. Karena itu marilah kita saling menjaga dan mengendalikan hawa nafsu kita. Baik nafsu makan, marah, syahwat, dan nafsu2 lainnya yang bisa menghilangkan amal ibadah puasa kita.
“selamat menunaikan ibadah puasa semoga amal ibadah puasa kita diterima Allah S.W.T. amin…….”
DIarsipkan di bawah: centil (cerita menyentil) | Leave a Comment »
Posted on Juli 12, 2009 by yosefbotol5
“Berani keluar dari kotak”, mungkin kalimat itu yang bisa menggambarkan seorang pejuang wirausaha. Disaat orang lain menikmati gaji bulanan yang pasti di dapat tiap bulan mereka harus berjuang menggaji diri sendiri dengan usaha sendiri. Tidak semua orang berani malakukan itu, karena tidak semua orang mempunyai nyali sebagai seorang pejuang wirausaha. Perlu semangat berlapis lapis jika kamu mau terjun berwirausaha. Sukses yang tertunda maupun sukses yang tidak tertunda akan selalu jadi temanmu. Bargantian berjalan berirama seiring langkahmu, walaupun mungkin temponya tidak seperti alunan lagu. Terkadang sukses datangnya lama kadang juga cepat. Yang pasti nikmatnya meraih sukses sebagai pejuang wirausaha bagaikan mendapatkan danau ditengah gurun pasir hiperbol gak sih.
Bagi para pejuang wirausaha terus lah bersemangat, sukses itu pasti dapat. Tinggal menunggu saat yang tepat saja, bukankah sesuatu itu akan indah pada waktunya.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Februari 19, 2009 by yosefbotol5
“Pada suatu titik “
perut kamu teriak…
otak kamu kalut….
pikiran kamu kacau…
hati kamu gundah…
Ingin rasanya kutebang kepala orang yang suka menebang, kutelan orang yang suka menelan hak orang lain, kuinjak injak orang yang suka menginjak harga diri orang lain, kuludahi orang yang suka mencibir kesulitan orang lain, kuledakkan kepala orang yang suka meledakkan orang lain, dan kuhancurkan sekalian bumi ini biar hancur….., hancur berkeping keping tinggal orang-orang yang peduli sesama saja yang tersisa……….
“Tuhan maha mengetahui, maha penyayang, maha kuasa, dan tidak akan membiarkan umatnya menderita”
DIarsipkan di bawah: diary | 1 Komentar »
Posted on September 26, 2008 by yosefbotol5
Hari kemenangan bagi kaum muslim sebentar lagi tiba, hatiku gembira, aku bahagia. Hari kemenangan bagi yang berpuasa. Yang gak puasa nimbrung aja
Kebiasaan bagi bangsa Indonesia kalau lagi lebaran adalah mudik. Di negara lain mana ada yang punya tradisi ini. Orang berbondong-bondong pulang kampung mengunjungi keluarganya yang telah lama ditinggalkan. Jauh-jauh dari kota dengan segudang rasa kangen kampung halaman dan keinginan bertemu keluarga. Dengan setumpuk barang-barang hasil jerih payah bekerja di rantau untuk keluarga dikampung. Ya…..begitulah tradisi Mudik di Indonesia. Seandainya pemerataan ekonomi merata di tanah air kita ini mungkin tradisi ini tidak akan ada lagi. Mungkin ini hikmah dari ketimpangan sosial di tanah air ini sehingga orang harus pergi ke kota untuk mengais rejeki. Kalau tidak kan gak ada tradisi mudik…
Hari yang dinantikan tinggal menghitung hari lagi, kegiatan menjelang hari lebaran sudah mulai terasa. Tempat perbelanjaan mulai ramai dikunjungi para pembeli untuk membeli kebutuhan lebaran. Mulai dari belanja baju, makanan, dan lainnya. Tetapi kita juga jangan lupa karena bulan penuh hikmah, barokah, ampunan akan segera berakhir. Apa yang sudah kita kerjakan selama bulan suci ini. Sudahkah kita benar-benar menjalankan perintahNya? Adakah perubahan pada diri kita yang menuju kebaikan? Sudahnya kita memohon ampunan terhadap dosa-dosa kita yang telah lalu? Karena belum tentu tahun depan kita bertemu dengan bulan suci ini.
“Hanya kita sendirilah yang tahu apakah kita benar-benar berubah menuju kebaikan. Bukan penampilan kita saja yang indah, tapi hati kitalah yang harus indah. ” Semoga kita termasuk orang-orang beriman. amin
DIarsipkan di bawah: centil (cerita menyentil) | Leave a Comment »
Posted on Februari 23, 2008 by yosefbotol5
Ada cerita nih yang perlu kita renungkan. Jum’at kemarin saya dapat tugas dari kantor untuk mengirimkan undangan Workshop ke sekolah2 di daerah Wonosari Gunungkidul. Berangkat dari kantor sekitar jam 10, sampai kira2 jam 11 an. Sesampai di Wonosari langsung deh keliling beberapa sekolah. Pas sekitar jam 12 tugas dah selesai, kami (saya dan satu temenku) memutuskan untuk sholat jum’at di masjid agung Wonosari. Suasananya hujan deras tuh. Sembari nunggu hujan kami istirahat di masjid sebelum pulang lagi ke Jogja. Kebetulan sekali di serambi masjid temenku bertemu sepupunya yang kebetulan sepupunya itu temenku waktu SMU. Aziz namanya, ia sekarang dah jadi seorang guru di SMK Muh. Kebetulan lagi nggak cuma Aziz temenku yang jadi guru, si Yuni Edi (temenku SMU satu kelas dan satu banggku) juga jadi guru juga di sana. Bisa kebayang tuh temen2 yang dah lama gak ketemu beberapa tahun akhirnya bisa ketemu tanpa rencana. Ngaco semua lupa kalau sekarang dah jadi guru sampai2 muridnya pada heran.
Setelah ngobrol beberapa saat akhirnya mereka harus pergi kehabitatnya lagi karena tugas sudah menunggu. Kami pun masih menunggu hujan yang nggak kunjung reda. Setelah beberapa saat akhirnya kami pun akhirnya memutusnya untuk pulang ke Jogja karena hujan nggak mau mengalah dan kami juga dikejar waktu. Beberapa saat kami akhirnya hampir sampai di Jogja. Diperjalanan kami tertarik untuk berhenti sejenak di tempat favorit anak Gunungkidul untuk tongkrong kalau pergi ke Jogja. Puncak Pathok “Hargodumilah” disitu kami berteduh di tempat makan sembari menunggu barangkali hujan mau mengalah. Duduk ditemani teh yang hangat dan semangkok soto makanan favorit dimanjakan pemandangan nan indah. Ditambah lagi hujan rintik2 yang manambah nikmat makan dan minum kami.
Ada cerita yang menarik yang perlu kita renungkan di tempat ini. Selang beberapa menit setelah kami duduk, ada beberapa tepatnya tiga anak muda satu cewek dan dua cowok. Mereka mamakai mobil Honda Jazz biru muda plat nomornya AB7010 belakangnya rahasia. Sekilas mereka memang biasa saja seperti anak orang kaya yang yes dan sok gaya, tetapi setelah beberapa waktu anggapan saya itu salah semua dan boleh dibilang terkejut dengan kejadian itu. Ceritannya begini, sebelum kami sampai diwarung itu memang ada seseorang yang berteduh duduk dipinggir warung. Perawakannya kumal (bukan berarti menghina) biasa seperti orang dari sawah. Sepintas saya kira orang kampung sekitar situ yang sedang berteduh dari hujan. Tetapi setelah diperhatikan ternyata orang tersebut musafir yang kehujanan di pingir jalan. Ia melakukan perjalanan dengan sepeda ontel yang berbendera merah putih diikat di belakang joknya. Denger2 ia malakukan perjalanan menuju ke Gunungkidul. Tapi dari mana nya saya juga kurang jelas. Kembali ke cerita nih, anak muda yang tadi datang kemudian pesen makanan kemudian duduk dipinggir warung yang untuk menikmati pemandangan Jogja dilihat dari atas. Salah seorang dari mereka ada yang membawa kamera seperti fotografer. Kemudian yang satunya lagi pelan2 mendekati orang yang duduk dipinggir warung tadi. Awalnya mereka ngobrol kurang jelas juga apa yang diobrolkan. Singkat cerita anak muda tadi kemudian pesan soto dan secangkir teh lagi. Saya kira ada yang nambah. Eh..ternyata buat orang yang duduk dipinggir tadi. Segelas teh hangat dan semangkuk soto bagi mereka bunlah apa2 tapi bayangkan bagi orang yang sedang perjalanan jauh yang dihadang hujan dengan perut kosong hal itu merupakan nikmat dari Tuhan yang tidak terkira. Dan anak2 muda tersebut tidak menunjukkan kesombongannya mereka santai iklash dengan apa yang mereka lakukan.
Saya sebenernya malu dengan mereka, karena tidak peka dengan lingkungan sekitar saya. Dari kejadian ini saya sangat terharu dan trenyuh, ternyata masih ada anak2 yang berjiwa dermawan, peduli dengan sesama. Tidak seperti kebanyakan anak2 muda yang biasanya hanya bisa membanggakan dan menyombongkan harta orang tuanya saja. Semoga saja masih banyak lagi orang seperti mereka ini yang dengan iklash membantu sesama dimana tempat dan tidak peduli agama, suku ras, atau golongan apa yang dibantu.
Buat ketiga anak muda tadi salam dari saya kalau kalian sempat membaca tulisan ini tinggalkan pesan supaya saya bisa berkenalan lebih jauh dengan kalian (kalau boleh). Saya sangat berharap bisa berkenalan dengan orang2 baik seperti kalian. Kemarin nggak sempat kenalan karena waktunya gak pas binggun gimana kenalannya
Renungkanlah “Bagaimana jika kita di posisi atau kondisi seperti orang yang duduk di pinggir warung tadi. Kehujanan, kelaparan, kelelahan tetapi harus tetap berjalan meneruskan hidup yang semakin gila ini”
DIarsipkan di bawah: centil (cerita menyentil) | 5 Komentar »
Posted on Februari 18, 2008 by yosefbotol5
“Belum puaskah kamu mengambil punyaku?
Belum puaskah kamu merusak punyaku?
Belum puaskah kamu menyiksaku?
Tidak adakah sedikit belas kasihanmu?
Apa yang kamu ambil tidak engkau kembalikan lagi. Kamu paksa aku meladeni nafsumu yang tidak pernah ada habisnya”
Mungkin kalimat diatas akan terdengar jika Bumi yang kita tempati ini bisa berkata-kata. Kapan kamu akan sadar dengan perbuatanmu. Bumi ini sudah muak dengan kamu, sudah enek, mual dan muntah, berteriak dan bahkan membentak. Sudah waktunya Bumi membalas perlakuan kamu.
Kamu gunduli pohon-pohon dihutan. Kamu ambil keuntungan demi menggemukkan perutmu yang sudah buncit. Kamu ambil tanpa kamu sisakan untuk anak cucumu, hanya bencana yang tertinggal. Kamu keruk pantai, tambang, tanpa ampun. Kamu ledakan bahkan racuni laut yang indah bahkan terindah di muka bumi ini demi otakmu yang rakus. Maka jangan salahkan Bumi jika marah dengan perlakuan bejatmu. Maka jangan salahkan Tuhanmu yang selalu menyayangimu berbalik jadi menghukummu.
Renungkanlah
“Apa yang bisa kamu lakukan jika sang surya sudah tidak mau melihat lagi ke Bumi”
DIarsipkan di bawah: centil (cerita menyentil) | 2 Komentar »
Posted on September 25, 2007 by yosefbotol5
Puasa satu kata yang membuat hati kita bergetar mendengarnya. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini umat muslim menjalankan perintah Allah SWT. Seperti biasa sebagai umat Islam saya juga melaksanakan kewajiban ini. Banyak cerita unik dan menarik jika mengingat puasa di tahun kemarin. Di tahun ini pun saya juga sedikit punya cerita. Di awal puasa di hari pertama saya puasa terasa agak berat. Biasa di hari-hari awal biasanya masih terasa lapernya lemasnya. Tapi ada satu kejadian yang menyenangkan memalukan di hari puasa saya. Ketika itu saya sedang bermain santai dengan adik saya yang masih kecil. Saat itu saya sedang menyuapi adik saya dengan makanan ringan. Awalnya sih masih inget kalau puasa, tapi tanpa menolaknya disadari saya juga ikut menyuapi diri saya juga. Ehm……lumayan juga sih mungkin 5 kali suapan yang saya makan sengingat saya. Tapi saya terkaget ketika Ibu saya menyapa saya “nggak puasa YO” sontak saja saya langsung mengularkan isi di dalam mulut saya padahal dikit lagi. Semua yang melihat kejadian itu ketawa. Malu banget nih, tapi nggak papa lah kan hari pertama masih bisa dimaklumi lagian lupa
Cuman sayangnya kenapa Ibu ngingetin saat saya belum minum, coba kalau dah minum kan seger tuh
DIarsipkan di bawah: diary | 5 Komentar »
Posted on September 25, 2007 by yosefbotol5
Sebenarnya saya mau menulis ini pas tanggal 17 Agustus tapi apa daya masih ada kerjaan plus kegiatan jadi baru sempat sekarang supaya masih diakui sebagai warga negara yang baik.
17 Agustus 1945 tanggal yang sangat sakral bagi bangsa Indonesia. Di saat itu bangsa kita menunjukan kepada dunia bahwa kita bangsa yang MERDEKA bebas dari penjajah.
Sutuju….
DIarsipkan di bawah: event | Leave a Comment »
Posted on Agustus 25, 2007 by yosefbotol5

Baru-baru ini saya sangat senang nih….. karena bertemu temen lama ketemu lewat sms plus internet maksudnye. Bagaimana nggak senang temenku yang dulu sering main bareng, belajar bareng, ngaco bareng tapi nggak tidur plus mandi bareng lho…. yang dah lama nggak ketemu akhirnya ketemu lagi. Senengnya lagi dia juga punya web Blog www.ilkoserang.wordpress.com jadi bisa saling tukar ide tepatnya ide gila lagi kayak dulu.
Sedikit sejarah pertemanan dengan dia nih. Kita bertemu tahun 2000 an sama2 menjadi mahasiswa baru Ilmu Komputer jadi sama2 suka komputer. Sebenernya saya banyak kesamaan dengan temenku ini. Entah kebetulan atau apa namanya. Mulai dari nama saja sama2 Yosef nama depannya. Sampai2 kita sering bingung jika Dosen memanggil nama Yosef di kelas. Yosef Endi Sonatha yang terawat apa Yosef Ilko Badai yang nggak terawat yang dipanggil. Waktu mendaftar Pendadaran plus Ujian Pendadaran kita juga sama waktunya. Kalau boleh bareng pasti dah bareng tuh ujian pendadarannya. Ya karena nggak boleh jadi saya yang terawat duluan yang ujian, tapi harinya sama cuma beda jam saja. Waktu lulus sama dan Wisuda pun juga sama. Selain itu minat kita sama, disaat temen2 kita yang lain berkutat soal sistem database kita malah asik ngotak atik foto, disain, bikin animasi pokoke grafis lah. Cuma ada satu perbedaaan yang menonjol diantara kami, yaitu dia itu suka nggak mandi kalau masuk kelas sorry Badai kamu harus terima kenyataan. Ya tapi itu memang menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Saya sabagai temen harus ihklas menerima aroma bau yang segar yang kaluar dari badannya menerimanya apa adanya. Sifat unik lainnya dia itu suka ber ekspresi dan berkostum yang aneh2 yang membuat kita semua yang melihat tidak kuasa menahan tawa(lihat pada photo yang maling digebukin, yg jadi malingya itu dia. Photo2 lain juga ada tuh). Memang temenku yang satu ini berkesan bagiku terutama sifat dasarnya yang kocak dan kacau(lucu alami bawaan dari lahir). Pokoknya kalau menceritakan temenku ini gak ada abisnya.
Mungkin suatu saat kita bisa berkumpul lagi teman kita buat Indonesia jadi gempar karena ada Badai dengan karya kita.
DIarsipkan di bawah: diary | 7 Komentar »