Malam minggu (7 Juli 2007) seperti biasa nih cari acara yang asik-asik. Diantara nonton TV dirumah aja apa keluar cari pertunjukan gratis diluar. Kalau nonton TV kebanyakan sinetron yang membodohi masyarakat dirumah aja, dah bosen. Kalau keluar nggak tau mo kemana. Jadi bingung juga pilih yang mana. Setelah mikir panjang dan lama akhirnya pilihan jatuh ke acara “Gelar Budaya Etnis 2007” di benteng vanderberg (betul nggak nulisnya). Saya berangkat jam 7.30 malam, sampai disitu dah rame dan berjubel kayak antrian sembako. Acara ternyata sudah dimulai sejak sore sehingga agak telat, tapi gpp acara masih panjang. Dalam acara ini ditampilkan tarian atau kesenian seluruh Indonesia. Kalau begini ternyata Indonesia kaya akan budaya. Kita ini berbeda tapi tetep satu. Tapi saya heran kenapa masih ada oknum kelompok yang masih mau melepaskan diri dari Indonesia, apa nggak sayang tuh pengorbanan nyawa nenek moyang kita untuk mencapai kemerdekaan. Bagi para separatis kalau kalian nggak suka sama Indonesia mendingan kalian gantung diri aja ganti warga negara aja deh daripada mau memecah belah bangsa yang sudah disatukan dengan tetesan darah oleh para pahlawan. Kalau nggak, rakyat kecil lah yang akan jadi korban. Perjuangan kalian nggak direstui Ibu pertiwi. Jadi emosi nih…
Kembali ke acara tadi. Tarian demi tarian mulai dipentaskan. Ini sungguh acara yang merata mulai dari anak kecil sampai mbah2 juga nonton. Semua penonton antusias mengikuti acara, bahkan ada sepasang kekasaih yang mungkin dah berumur 80an tahun nonton bareng cakep nggak tuh. Disini semua etnis bargabung menjadi satu seakan mengatakan kepada dunia bahwa “inilah Indonesia meskipun berbeda tapi jiwa kami satu” semua terhanyut dalam kebersamaan. Sampai kira2 jam 9.30 malem acara kelar dengan diiringi pesta kembang api.
Malam itu benar2 menyenangkan udah nonton pertunjukan bermutu dan gratis bermaanfaat lagi. Ya moga aja acara kayak gini diadakan sesering mungkin dan rutin.
DIarsipkan di bawah: event