“Apa kabar negeri kecilku sudah lama aku merindukanmu. Senyum pagimu selalu menyegarnya jiwa. Banyak cerita yang sudah tertoreh di dalam lukisan alammu. Suara canda bocah-bocah kecilmu memecah kesunyian. Generasi penerus bangsa yang masih tersimpan rapi di dipelukmu. Jangan berubah menjadi kumpulan batu yang tersusun menantang langit. Biarlah kamu seperti itu tetaplah pada pesonamu yang menyejukkan jiwa, yang menjadi pelepas dahaga bagi pejuang muda yang singgah. Aku akan selalu mengingatmu walau kamu jauh di dalam sana. Biar saja orang bilang kamu kampungan memang kamu di kampung, orang tidak tau bahwa kamu menyimpan sejuta pesona. Suatu saat aku akan membuatmu bagai seorang putri kraton. Sampai saat itu tiba tetaplah tersenyum di pagi hari, ceria di sore hari, dan peluklah semua tunasmu dengan kasih sayangmu.”

