Jualan Pasir

Baru-baru ini saya amat muak berang mendengar berita di TV. AP4LI Asosiasi Para Petinggi Penjahat Perusak Lingkungan Indonesia nggak tau apa kepanjangannya nggak penting yang jelas mereka ini seenaknya saja jual pasir ke Negara tetangga Singapura. Kata ketuanya Erma/Erna Hidayat alasannya sepele pendangkalan pantai. Iya mulanya begitu tapi ntar kalau pantai dah habis pasirnya apalagi alasan mereka demi meraup uang. Apa belum cukup tuh hutan digunduli. Mau jadi apa Negara kita ini kalau isinya para perusak alam semua. Kalau nggak bisa berguna bagi bangsa ini ya paling nggak jangan merusak alam donk. Anak cucu kita mau dikasih apa kalau alamnya dirusak terus. Mau dikasih sampah bencana saja? Padahal mereka itu tau pasir di Singapura untuk memperluas Pantainya. Kalau pantai mereka luas menjorok ke laut kan dah jelas tuh. Batas teritorial wilayah suatu Negara kan dihitung dari garis pantai. Tau sendiri Singapura kan berbatasan dengan Negara kita, nggak perlu saya terusin apa akibatnya. Belum cukup pho.. Pulau Linggitan dan Sipadan lepas dari NKRI. Memang Negara kita luas dan kepulauan banyak pulau, jadi kurang dua lom apa2. Tapi bukan itu maksudnya, tetesan darah pada pahlawan kita yang berjuang demi sejengkal wilayah NKRI nggak dianggap tuh.

Ya sebagai orang kecil yang nggak terkenal bisa berbuat banyak bagi Negara, saya cuma bisa nyumpahin dan misuh2 berdoa saja supaya para perusak alam, koruptor dan spesies sejenisnya diberi kesadaran agar tidak merusak bangsa lagi tapi sebaliknya bisa membangun bangsa. amin…

Gelar Budaya Etnis 2007 Yogyakarta

Malam minggu (7 Juli 2007) seperti biasa nih cari acara yang asik-asik. Diantara nonton TV dirumah aja apa keluar cari pertunjukan gratis diluar. Kalau nonton TV kebanyakan sinetron yang membodohi masyarakat dirumah aja, dah bosen. Kalau keluar nggak tau mo kemana. Jadi bingung juga pilih yang mana. Setelah mikir panjang dan lama akhirnya pilihan jatuh ke acara “Gelar Budaya Etnis 2007” di benteng vanderberg (betul nggak nulisnya). Saya berangkat jam 7.30 malam, sampai disitu dah rame dan berjubel kayak antrian sembako. Acara ternyata sudah dimulai sejak sore sehingga agak telat, tapi gpp acara masih panjang. Dalam acara ini ditampilkan tarian atau kesenian seluruh Indonesia. Kalau begini ternyata Indonesia kaya akan budaya. Kita ini berbeda tapi tetep satu. Tapi saya heran kenapa masih ada oknum kelompok yang masih mau melepaskan diri dari Indonesia, apa nggak sayang tuh pengorbanan nyawa nenek moyang kita untuk mencapai kemerdekaan. Bagi para separatis kalau kalian nggak suka sama Indonesia mendingan kalian gantung diri aja ganti warga negara aja deh daripada mau memecah belah bangsa yang sudah disatukan dengan tetesan darah oleh para pahlawan. Kalau nggak, rakyat kecil lah yang akan jadi korban. Perjuangan kalian nggak direstui Ibu pertiwi. Jadi emosi nih… :)

Kembali ke acara tadi. Tarian demi tarian mulai dipentaskan. Ini sungguh acara yang merata mulai dari anak kecil sampai mbah2 juga nonton. Semua penonton antusias mengikuti acara, bahkan ada sepasang kekasaih yang mungkin dah berumur 80an tahun nonton bareng cakep nggak tuh. Disini semua etnis bargabung menjadi satu seakan mengatakan kepada dunia bahwa “inilah Indonesia meskipun berbeda tapi jiwa kami satu” semua terhanyut dalam kebersamaan. Sampai kira2 jam 9.30 malem acara kelar dengan diiringi pesta kembang api.

Malam itu benar2 menyenangkan udah nonton pertunjukan bermutu dan gratis bermaanfaat lagi. Ya moga aja acara kayak gini diadakan sesering mungkin dan rutin.

seminar animasi

Hari sabtu kemarin nih (16 juni 2007) saya menghadiri seminar animasi. Seminar yang saya tunggu-tunggu, karena saya sangat senang dengan animasi. Saya datang jam 9 nan sesuai undangan. Seminar ini tujuannya untuk menggerakkan hati para pecinta animasi di Yogyakarta tercinta. Bahasa kerennya mendobrak pintu para animator untuk merapatkan barisan memajukan animasi. Mulanya sih berjalan lancar dan nyaman2 saja tetapi…….. :)

ada hal-hal yang kurang mengenakkan. Mulai dari kehabisan stok makan siang sehingga yang makan belakangan nggak kebagian termsuk saya. Ya biasa lah klo kebanyakan mahasiswa dan pelajar yang di undang, makannya banyak jadi inget waktu masih jadi mahasiswa :P Suasana nya pun juga kurang hikmad banyak yang ngerumpi sendiri dan kurang menghargai pembicara di depan. Sebenarnya masih ada hal2 lain tapi nanti kurang baik kalo saya tuangkan disini :) moga dapat dipahami sebagai masukan saja buat perbaikan di event2 yang akan datang.

Tapi pada dasarnya saya sangat senang dengan seminar animasi ini karena akan membangkitkan kita untuk memajukan animasi Indonesia. Somoga acara2 seperti ini dilakukan rutin dan sering sehingga kita bisa belajar dan menambah pengetahuan kita tentang animasi. Selain itu saya berharap ada kompetisi2 tentang animasi untuk mengukur kemampuan kita.

“HIDUP ANIMASI”

Sarapan Gratis

Pagi yang cerah, seperti biasa nih masuk kantor dengan hati yang agak berat karena hari ini hari permulaan senin. Tapi ada satu hal yang menarik dan mengasikkan di kantor. Temen kerja kita nih ada yang hobby sekali ngemil. Setiap masuk masuk kantor ada saja cemilan yang dibawa. Jelas saja donk ini peluang yang jangan disia-siakan. Emang dari rumah belum sarapan ada makanan gratis enak, dengan sedikit basa basi dan berdalih membantu menghabiskan makanan. Nyam…nyem….cemilang kita makan bersama. Saya berharap sih esok hari cemilannya yang ringan-ringan aja seperti: nasi goreng, ayam bakar, sate, dan sejenisnya. :)

Sopan santun di jalan

Ngak ada cerita cuma mo ngomong nih. Napa ya orang sekarang jika berkendaraan kayak orang kesetanan. Dah nggak ada sopan santunnya. Kasar dan semaunya sendiri ngggak menghargai orang lain lagi. Ini aja baru tahun 2007 dab apalagi tahun 2020 nanti. Ini yang buat hati kite khawatir. Djogdja ku yang dulu ramah, santun, yang sejuk akan mulai memudar jadi kota yang kasar. Moga aja Djogja ku tetap jadi kota yang berbudaya, ramah, dan nyaman bagi kita semua.

Lagi jatuh cinta nih….

Dear….diary aku lg jatuh cinta nih huekkk cuhh

Dalem jatuh cinta bikin Webblog maksudnye. Sebenernye dl pernah sih buat tapi pakai tripod sekitar tahun 2001. Tapi belum begitu tertarik. Sekarang mulai tertarik lagi kerena liat kebersamaan anak-anak komunitas blogger (khususnya cahandong.org). Dalem tertarik lagi setelah ikut Workshop di Hotel Santika 15 dan 16 mei 2007 kemarin yang diadakan Depkominfo. Disitu lah mulai getar-getar cinte memekar tuk buat Webblog. Makasih juga buat cahandong khususnya mas Anto (antobilang) karena dah membantu buat blog pertamaku (yang resmi maksudnye) moga jangan bosan membantu bagi pemula seperti Dalem ini. Kayaknya tertarik juga nih gabung sama cahandong. Moga cahandong tetap selalu kompak. tank’s